Literasi – Perpustakaan menjadi tolak ukur generasi milenial yang kreatif, aktif dan inovatif khususnya dalam bidang layanan sirkulasi.
Tak bisa di pungkiri perpustakaan adalah jatung dari lembaga pendidikan itu sendiri yang bisa mencerdaskan masyarakat sekitar dengan membaca, seperti halnya sekolah / perguruan tinggi dan lainnya, yang ada di Indonesia maupun di dunia, yang mempunyai perpustakaan baik sebagai bahan belajar, penelitian maupun sebagainya.
Banyak negara yang berlomba lomba untuk memperbaiki perpustakaan serta layanan yang ada di perpustakaan itu sendiri, tidak hanya memperbaiki tetapi banyak negara yang memperbanyak perpustakaan di daerah daerahnya untuk menunjang literasi dari bangsa itu sendiri.
Baca Juga : Indonesia Gencar Mempersiapkan Generasi Muda
Bentuk keseriusan bangsa Indonesia mengenai perpustakaan terlihata dari peran aktif pemerintah yang selalu mencanangkan perpustakaan sebagai jantung dari pendidikan terungkap pada tahun 2019 bahwa Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dalam pidatonyanya menyampaikan perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri dan mampu berdaya saing di era global.
Indonesia siap mewadahi masyarakat Indonesia dalam hal fasilitas di perpustakaan, tetapi ada hal yang tak terduga bahwasannya bangsa Indonesia ini sangat rendah minat bacanya, terlihat dari peringkat literasi di Indonesia, dari 61 negara di dunia, Indonesia menepatkan dirinya di peringkat 60, peringkat 2 terbawah di dunia.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Sedangkan negara di luar sana peringkat dalam pembangunan perpustakaannya jauh berada di bawah bangsa Indonesia, Apa karna kurangnya kepekaan dari pemerintah? Atau di layanan sirkulasi yang sebagai ujung tombaknya perpustakaan yang kurang berperan dalam bidangnya?
Mari sama sama kita ulas bagaimana layanan yang di inginkan bagi pemustaka mengingat bahwa zaman ini adalah zaman globalisasi zaman teknologi, yang bisa kita lihat generasi saat ini lebih banyak menggunakan handpone di bandingkan ke perpustakaan.




Lappung Media Network