Baca Juga : Manfaat Literasi Di Era Digital
Ini essay di buat dari tanganku sendiri Dwi Ariyansysah yang mana tulisan ini muncul karena keresahan saya sebagai masyarakat Indonesia yang menikmati fasilitas Negara namun sangat tidak merekomendasi mengenai pelayanannya.
Disini lah peran perpustakaan untuk mencerdaskan generasi muda, terkhusus di layanan sirkulasi yang menjadi ujung tombak dari perpustakaan.
Aku telah mensurvei beberapa perpustakaan di luar negeri terkhusunya di layanannya dengan cara menonton youtube, sebenarnya perpustakaan di luar negri tidak jauh berbeda pelayanannya dengan perpustakaan yang berada di Indonesia, mungkin tidak bisa di pungkiri pelayanan di luar negeri ada yang unik atau menarik namun tidak di lihatkan di video, namun ada yang menarik ketika saya melihat di video dilayanan sirkulasi tepatnya di ruang baca itu mereka menyiapkan air minum, hal ini kecil namun jika di lihat lebih detail hal ini sangat bermakna, mungkin di perpustakaan Indonesia dapat mengikuti, atau bahkan sudah ada tapi sayanya saja yang kurang melihat perpustakaan di daerah lainnya, namun perpustakaan yang belum, hal ini di manfaatkan.
Yang dibutuhkan saat ini oleh pemustaka milenial adalah bentuk kreatif, aktif serta inovasi dalam pelayanan yang di berikan, agar pemustaka nyaman berada di perpustakaan, terkadang pustakawan yang bertugas di layanan sirkulasi tidak adanya ke profesionalan.
Terlihat dari raut wajah yang di berikan pustakawan berbeda beda, misalkan hari senin memberi senyuman namun keesokan harinya berbeda lagi, ya mungkin karena ada permasalahan yang ada di rumah tangganya.
Ini hal yang paling mendasar seharusnya pustakawan bisa professional dalam menyikapi itu, harus bisa bermuka dua dalam artian, walaupun hati menangis karena problematika hidup yang sangat rumit tetapi pustakawan harus memasang muka dengan tersenyum serta melayani dengan baik aktif.
Hal ini perlu mengingat zaman semakin canggih jangan melupakan interaksi secara langsung disini pustakawan harus mempunyai kepekaan, ketika gerak-gerik pemustaka bingung pustakawan harus mengayomi memberi arahan apa yang harus di bantu, karena tidak semua pemustaka mempunyai keberanian untuk bertanya.




Lappung Media Network