Maka dari itu pustakawan di zaman milenial ini harus bisa friendly terhadap pemustaka, jika pemustaka sudah freandly terhadap pustakawan kemungkinan besar pemustaka akan aktif dalam bertaanya karena pemustaka sudah mengenal pustakawan itu baik.
Pemuda saat ini menghampiri tempat tunjuannya karna ada sesuatu yang menarik, hal ini sangat di perlukan oleh pustakawan yang mempunyai pemikiran yang inovasinya tinggi, mungkin ada hadiah yang di berikan bagi pemustaka yang mengembalikan buku tepat waktu, sebagai tanda apresiasi.
Di Indonesia banyak orang salah di sorakin namun orang benar tidak di beri apresiasi, dengan ini pemustaka senang atas pelayanan dan akan kembali lagi, dan masih banyak inovasi lainnya yang bisa di lakukan, itu tugas pustakawan di zaman milenial ini.
Baca Juga : Membudayakan Literasi Sejak Dini
Zaman semakin berubah, teknologi semakin canggih, perkembangan ini harusnya bisa di maksimalkan oleh perpustakaan tersebut, karena mayoritas pemustaka adalah masyarakat yang ahli dalam gadget.
Ini adalah peluang untuk mencanangkan perpustakaan, untuk merubah stigma orng lain yang menganggap perpustakaan adalah gudang buku, dengan cara memberikan animasi dalam instagram, kegiatan video, atau bahkan ada perlombaan yang menarik di perpustakaan itulah yang di inginkan pemustaka.
Sedihnya petugas perpustakaan mayoritas bukan pustawan yang memang ahlinya dalam bidang ini, sebagai contoh di sekolah-sekolah sangat miris ketika guru penjas yang tidak ada jam menjadi pustakawan dadakan dengan melayani sesuai mood guru tersebut.
Bahkan di perguruan tinggi pun staff perpustakaan lebih banyak di bandingkan pustakawannya, yang mereka tidak banyak tahu mengenai perpustakaan tersebut, hal ini dapat di evaluasi oleh pihak perpustakaan.
Jika usaha itu semua sudah di lakukan oleh pustakawan insha allah akan ada bibit-bibit unggul yang mempunyai pemikiran kreatif, aktif serta inovatif yang siap memimpin bangsa Indonesia ini di zaman milenial.
Mari sama-sama membenahi perpustakaan yang ada di Indonesia terkhusus layanan yang ada di perpustakaan tersebut, perpustakaan butuh orang yang bisa membuat perpustakaan itu hidup, banyak masukan akan banyak perubahan, tidak hanya pustakawan yang selalu berperan disini harus ada kesadaran bagi pemustaka untuk membaca, jangan bertanya dahulu sebelum membaca.




Lappung Media Network